Dua Mahasiswa UMB Jadi Google Student Ambassador 2026

TASIK – Dua orang mahasiswa Universitas Mayasari Bakti (UMB) terpilih menjadi Google Student Ambassador (GSA) 2026. Kedua mahasiswa tersebut adalah Mochamad Yudayana Tohdjaja dari Program Studi Bisnis Digital Semester IV Fakultas Vokasi dan Nifa Hanifa dari Program Studi Manajemen Semester IV Fakultas Ekonomi dan Bisnis.Yuda dan Nifa merupakan perwakilan dari Universitas Mayasari Bakti yang masuk ke dalam 2.000 orang terpilih dari sekitar 80.000 orang pendaftar program GSA 2026. Sebagai GSA 2026, keduanya memiliki tugas untuk memberikan edukasi tentang Artificial Intelligence (AI) kepada mahasiswa di kampus Universitas Mayasari Bakti.“Dengan terpilihnya sebagai Google Student Ambasador 2026, saya sangat bangga dan ini adalah pengalaman baru, untuk bisa bertemu dengan teman-teman dari kampus lain. Saya juga tidak menyangka bisa terpilih, karena pendaftarnya sangat banyak,” ungkap Yuda.Yuda juga menyampaikan sebagai GSA 2026, dirinya memiliki tugas untuk mengedukasi penggunaan AI kepada teman-teman mahasiswa di Kampus Universitas Mayasari Bakti. Tujuannya adalah mendorong lahirnya generasi yang mahir teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya dengan bijak.“Adanya AI itu bukan hanya sebagai salah satu inovasi teknologi, tetapi juga menjadi tantangan untuk mempergunakannya dengan bijak. Apalagi untuk kita sebagai mahasiswa dengan adanya AI ini bagaimana kita dapat bermitra, menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat mendukung terhadap perubahan teknologi yang cepat,” ungkapnya lagi.Senada dengan yang diungkapkan oleh Yuda, Nifa juga mengungkapkan rasa bangga sekaligus tantangan untuk dapat mengemban tugas sebagai GSA 2026. Nifa menyampaikan ke depan akan membuat program-program edukasi tentang AI yang dapat menyentuh semua kalangan di Kampus Universitas Mayasari Bakti. “Terlebih untuk teman-teman di kampus Universitas Mayasari Bakti, ke depan kami akan membuat komunitas AI khusus untuk mahasiswa terlebih dahulu, yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk berdiskusi, pengembangan teknologi AI, juga untuk sarana riset mahasiswa,” tambahnya.Rektor Universitas Mayasari Bakti, Dr. Yusuf Abdullah, S.E., M.M., merasa bangga dengan capaian dari mahasiswa Universitas Mayasari Bakti yang lolos sebagai GSA 2026. Yusuf menyampaikan bahwa, Universitas Mayasari Bakti saat ini memang sedang mewujudkan sebagai kampus AI pertama di wilayah Priangan Timur. “Sebagai kampus yang menerapkan teknologi AI, Kami sudah membentuk Tim Artificial Intelligence (AI) Center Universitas Mayasari Bakti. Fokus utama adalah pengembangan dan inovasi melalui berbagai penelitian oleh dosen yang juga melibatkan mahasiswa,” ungkapnya.Universitas Mayasari Bakti, saat ini juga sedang membantu Pemerintah Daerah, untuk pengembangan berbagai teknologi berbasis AI. Sehingga keberdaan Universitas Mayasari Bakti dapat berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *